Selasa, 02 Juni 2015



Mengunjungi museum 

Pendahuluan 

Pada tugas Character Building kali ini saya Luisa Nevita Dewi (1801383316) sepakat untuk mengunjungi museum .Saya mengambil ide ini karena pada jaman sekarang jarang sekali anak-anak remaja yang mengunjungi tempat sejarah ,banyak yang berpikir bahwa museum itu tempat yang kuno tapi menurut saya Museum itu adalah kumpulan sejarah dari bangsa indonesia yang di simpan agar bangsa indonesa tetap mengingatnya

inilah perjalanan saya dari hari pertama sampai hari ke empat 

  • Hari pertama: 

pada hari pertama tanggal 25 mei 2015  saya mengunjungi  museum bank Indonesia disana saya mendapatkan info bagaimana uang pertama kali di gunakan ,bentuk uang,dll.
nah ini adalah foto yang berisi semboyan yang sering kita kenal dari dulu dan bahkan kita mempunyai lagu tersendiri yang bercerita nenek moyangku seorang pelaut 



Disini tertulis "Pelaut Nusantara sudah melakukan perdagangna global sejak alaf pertama tarikh Umum,dengan menggunakan kapal sederhana mereka mengelilingi pulau dan akhirnya perniagaan Nusantara maju pesat dan menumbuhkan sentra-sentra pembuatan kapal tradisional", dari sini sudah terbukti bahwa sudah terjadi sebuah transaksi /menggunakan uang sebagai alat tukar
Semaikin berkembangnya jaman bangsa indonesia semakin dilirik oleh bangsa lain dan munculah bangsa lain yang berdagang di indonesia pada masa pendudukan jepang 


ternyata bukan hanya uang saja yang dari tahun ke tahun mengalami perubahan ,logo bank indonesia juga mengalami perubahan dari awal terbentuknya sampai sekarang








nah,ternyata bukan hanya negara kita saja kan yang berkembang tetapi hal sekecil apapun seperti logo juga ikut berubah ,
Dari tahun ketahun bangsa indonesia mengalami banyak kesulitan di berbagai lapangan seperti dalam perkenbangan ekonomi .Perkembangan ekonomi berlangsung dalam periode yang tidak memuaskan yang menyebabkan kekawatiran bagi bangsa 

Periode 1

Periode 2
periode ini berlangsung pada tahun 1960-1965 yang merupakan suatu periode dimana pemerintahan negara di landaskan kepada Manifesto Politik ,dalam masa tersebut perekonomian diatur dalam rangka ekonomi terpimpin dan demokrasi terpimpin 


Periode 3
periode ini berlangsung pada tahun 1966-1983 yang merupakan suatu periode yang memberikan pengaruh pada barang-barang ekspor non tradisional ,kinerja hasil industri dan keranjinan .Nilai ekspor barang-barang tersebot melonjak seiring naiknya harga barang-barang ekspor di pasaran dunia


Periode 4
periode ini berlangsung pada tahun 1983-1997 yang merupakan tumpuan harapan untuk menggerakan perekonomian indonesia dalam tahun 1980-an adalah sektor non-migas dalam pengertian yang luas sektor angarang maupun pinjaman[lunak]luar negeri kurang bisa di harapkan sehingga satu-satunya harapan adalah di galakannya sektor masyarakat


Periode 5
Rupiah sempat terjun bebas
dalam masa periode ini besarnya defisit neraca berjalan dan utang luar negeri ditambah lemahnya sistim perbankan nasional sebagai akar terjadinya krisis finansial,krisis ekonomi terjadi karena hancurnya sistem penentuan kurs tetap di Negara-negara yang fundamental ekonomi,rapuhnya fundamental ekonomi domestik dari Negara yang bersangkutan, dan defisit transaksi berjalan yang besar dan terus menerus dan utang luar negeri jangka pendek yang sudah melewati batas normal.
 

tidak hanya ini saja di museum bank indoneisa saya juga melihat model pertama mesin ATM,kursi sang pemimpin,


 Telepon Berdiri
Jenis-jenis uang koin 


  • Hari Kedua
Museum Fatahillah

Pada hari kedua tanggal 26 Mei 2015 saya mengunjungi museum fatihillah , jaman dulu gedung fatahillah adalah Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota  yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan Van Hoorn ,bangunan ini terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Di ruang pertama kita bisa melihat lukisan yang sangat besar
Lalu kalau melangkah lebih dalam ruangan saya bisa melihat berbagai alat yang digunakan untuk menyiksa para tahanan yang ada di gedung itu pada jaman dahulu 




nah di ruangan kedua kita bisa melihat benda-benda yang di gunakan untuk menghukum para tahanan yang di penjara di gedung ini alat-alatnya sungguh menyeramkan


yang membuat saya kagum dan kaget adalah pedang yang besar ini pedang ini di sebut pedang keadilan/eksekusi ,disini terdapat 2 pedang eksekusi panjang masing-masing 110cm dan lebar 7 cm kedua pedang di gunakan oleh orang yang sama untuk melakkan eksekusi mati ,1 pedang(kiri) untuk melakukan eksekusi atas perintah dari pengadilan sementara 1 pedang(kanan) lain untuk melakukan eksekusi atas perintah dari pemerintah kota


macam-macam tombak,spear yang di gunakan oleh para pemberontak sebelum masuk penjara



jika melangkah lebih dalam lagi ke ruangan terdapat lukisan  Gubernur Jendral P.A van der Parra ,awal kisah ia menjadi orang penting disana pada jaman dlu .pada mulanya ia bekerja untuk VOC sebagai pelayan pada tahun 1728 ketika masih berusia 14 tahun dan secara bertahap naik jabatan sampai akhirnya menjadi gubernur jendral tahun 1761 .Dia orang yang religius ia menyukai kebesaran dan kemegahan sebagaimana tampak pada lukisan ,Pada pemerintahannya kekuasaan belanda di perluas di seluruh Ceylon(Sri Lanka)dengan menaklukan ibukota pedalaman,Kandy van der Parra meninggal dunia pada 28 Desember 1775 di Weltevreden(Lapangan Banteng)

melangkah lebih dalam kesudut-sudut ruangan terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah ada piring raksasa,alat-alat rumah rangga seperti botol-botol yang terbuat dari keramik dan penjara bawah tanah khusus pria dan wanita 
Piring Terbesar 

Perkakas alat Rumah tangga

Penjara bawah tanah Pria


  • Hari ketiga

Pada hari ketiga tanggal 27 Mei 2015 saya mengunjungi museum seni rupa dan keramik disana saya melihat berbagai macam hasil karya dari para pelukis terkenal dan alat-alat seni yang di pakai oleh pelukis tersebut,disana juga ada sejarah berawalnya seni dan ada kumpulan berbagai macam lukisan buatan pelukis terkenal seperti affandi .tapi sebelum kita masuk kedalam ruangan, di depan gedung terdapat batu peresmian oleh Dinas Museum dan sejarah .Balai seni rupa ini dibangun sebagai lembaga peradilan Belanda atau Raad Van Justitie pada tanggal 21 januari 1870,Pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia di pergunakan sebagai asrama militer,Kemudian pada tahun 1967 di tempati kantor walikota Jakarta Barat .Setelah itu di gunakan untuk kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta sampai tahun 1975,tahun 1972 di tetapkan sebagai bangunan bersejarah yang di lindungi Undang-undang Monumen.Pada tanggal 20 Agustus 1976 di resmikan sebagai gedung Balai Seni Rupa




saat memasuki lebih dalam lagi ruangannnya lagi terdapat kumpulan kerajinan tangan yang di buat oleh masyarakat jaman dlu seperti partung,gerabah dll



Di museum ini juga tidak hanya ada menampilkan hasil seni rupa saja tetapi juga menampilkan kumpulan keramik unik dari dalam negeri dan dari luar negeri 
nah,disini saya menampilkan keramik Jakarta.Mari saya jelaskan dari paling atas terdapat vas berkuping kiri dan kanan lalu di sebelahnya tempat air berbentuk labu 4 susun,lalu yang di bawah dari kanan kekiri terdapat dekorasai gerabah ,yang tengah adalah hammer motif topeng manusia dan yang terakhir Vas dekorasi gerabah 


Foto bentuk-bentuk dari keramik produk bandung dan Maluku

 Dan yang ini foto saya berserta keramik buatan produk dari Bali dan Jawa Barat


Ada beberapa ruangan khusus seperti VIP menurut saya mungkin tempat VIP tidak boleh di masuki ternyata oleh pengurus museumnya di perbolehkan setelah saya masuk ternyata didalamnya terdapat artefak bersejarah berupa seni-seni keramik yang sudah sangat rapuh

  • Hari keempat
Akhirnya ini hari terakhir tanggal 28 Mei 2015  saya mengunjungi museum ,saya memutuskan untuk mengunjungi museum wayang,kenapa saya memilih museum wayang ? ya karena tradisi wayang sudah jarang sekali di pertunjukan dan mulai tergeser oleh perkembangan jaman.Anak-anak remaja jaman seksrang menganggap wayang adalah permainan jaman dulu dan sudah tidak trend lagi di jaman era modern ini .Menurut saya semua ungkapan mereka salah ,wayang negara kita memang sudah mulai tersingkir hanya sebagian orang saja yang menekuninya tetapi untuk bangsa negara lain seperti jepang dan australia tradisi wayang adalah tradisi yang unik dan sulit untuk di tekuni maka mereka rela untuk belajar di indonesia selama bertahun-tahun untuk menekuni tradisi wayang ini 






Letak bangunan gedung Museum Wayang di Jl. Pintu Besar Utara No. 27. pada mulanya merupakan lokasi gereja tua yang didirikan VOC pada tahun 1640 dengan nama “ de oude Hollandsche Kerk “ sampai tahun 1732 yang berfungsi sebagai tempat untuk peribadatan penduduk sipil dan tentara bangsa Belanda yang tinggal di Batavia
Pada tahun 1733 gereja tersebut mengalami perbaikan, dan namanya dirubah menjadi “ de nieuwe Hollandsche Kerk “ dan berdiri terus sampai tahun 1808. Di halaman gereja ini yang sekarang menjadi ruangan taman terbuka Museum Wayang, di dalamnya terdapat taman kecil dengan prasasti-prasastinya yang berjumlah 9 ( sembilan ) buah yang menampilkan nama-nama pejabat Belanda yang pernah dimakamkan di halaman gereja tersebut.
Diantara prasasti tersebut tertulis nama Jan Pieterszoon Coen, seorang Gubernur Jenderal yang berhasil menguasai kota Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619 setelah kekuasaan P. Jayakarta lumpuh akibat pertentangan dengan Kraton Banten, Dalam tahun 1621 Heeren XVII memerintahkan Coen untuk memakai nama Batavia untuk kota Pelabuhan Jayakarta. Kota Batavia yang dibangun oleh Coen diatas puing reruntuhan Jayakarta dengan membuat suatu kota tiruan sesuai dengan kota-kota di negeri Belanda.
Sejak kepindahan Museum Jakarta (sekarang Museum Sejarah Jakarta) ke gedung bekas KODIM 0503 Jakarta Barat yang dahulunya disebut gedung Stadhuis / Balaikota, maka bekas gedung Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta kemudian dijadikan Museum Wayang. Gagasan didirikannya Museum Wayang adalah ketika Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin ketika menghadiri Pekan Wayang II tahun 1974. Dengan dukungan panitia acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta dengan para pecinta wayang, Pemerintah DKI Jakarta menunjuk gedung yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 sebagai Museum Wayang



Ketika kami memasuki museum, kami dapat melihat cukup banyak pengunjung. Saat masuk ke koridor pertama,saya disambut dengan berbagai wayang golek, seperti Wayang Golek Bandung, Wayang Golek Ciawi, Wayang Golek Lenong Betawi, dan masih banyak lagi. Diantara koleksi-koleksi tersebut, Diujung lorong ini, terdapat sebuah taman kecil. Disini, terdapat sebuah marble besar yang bertuliskan “Jan Pieterszoen Coen”. Masuk ke koridor berikutnya, saya dapat melihat berbagai koleksi unik yang hanya dimiliki oleh museum ini. Salah satunya adalah Wayang Revolusi.

Wayang Revolusi ini berbahan dasar kulit kerbau dan tanduk kerbau. Dalam kisah-kisah wayang klasik peran-peran tradisional dimainkan oleh dewa-dewa dan raksasa-raksasa, raja-raja dan puteri-puteri, kesatria—kesatria dan pelawak-pelawak. Dalam bercerita tentang kisah manusia, mereka mencontohkan pada dunia dewa dan raksasa. Kiasan-kiasan tersebut terutama digunakan pada cerita wayang Jawa dengan berbagai aksen yang dapat dikenali. Sejak dahulu kerajaan-kerajaan dipulau Jawa selalu mengembangkan gaya wayangnya masing-masing. Topik-topik baru serta perubahan dalam penggunaan warna dan bentuk diperkenalkan oleh pembuat dan dalang profesional, yang biasanya masih termasuk kerabat keluarga kerajaan.
saya pun melanjutkan kunjungan kami dengan naik ke lantai atas. Disana terdapat banyak wayang kulit yang dipajang dengan sangat rapi,Diujung koridor, terdapat satu sisi yang menunjukkan koleksi “puppet” dari negara negara lain. Ada boneka yang berasal dari Perancis, Cina, Mongolia, Inggris, dan lain sebagainya. Boneka ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan wayang yang ada di setiap sudut lain museum. Ini menunjukkan keragaman budaya yang ada di dunia, walaupun arti puppet dan wayang hampir serupa, tetapi bentuknya tentu saja berbeda. Di lantai dua juga terdapat satu set lengkap gamelan yang biasa dipakai saat pertunjukkan pertunjukkan wayang sedang berlangsung. Bagian akhir museum adalah bagian yang paling bagus menurut saya. di sana terdapat berbagai macam koleksi topeng yang dipajang apik di belakang gelas gelas kaca.




 
Dari semua museum yang telah saya kunjungi saya mendapatkan manfaat tersendiri yaitu mendapatkan wawasan tentang sejarah yang ada di indonesia,memenuhi kebutuhan rohani,dan menghilangkan kepenatan dalam keseharian kuliah.Jika bukan karena tugas Character Building-TFI ini, saya mungkin tidak akan sempat mengunjungi museum yang ada di jakarta  . seharusnya Pemerintah lebih menaruh perhatian terhadap keberadaan berbagai museum yang ada di Jakarta maupun Indonesia agar para kelompok masyarakat dan pendidikan lebih sering mengunjungi museum  untuk menambah ilmu mereka tentang indonesia dan juga Karena disini tersimpan berbagai aset kebudayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Sangat disayangnkan jika aset-aset kebudayaan ini hanya disimpan saja, terbengkalai dan rusak, padahal barang-barang ini adalah cerita masa lalu dan saksi bisu bangsa indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar